Lomba Kreasi Audiovisual Sejarah pertama kali diadakan pada tahun 2012 sebagai upaya Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menanamkan karakter bangsa Indonesia melalui pendidikan sejarah. Lomba Kreasi Audiovisual Sejarah adalah lomba di bidang audiovisual yang mengangkat sejarah maupun budaya masyarakat lokal di sekitar peserta. Lomba ini bertujuan agar siswa aktif dalam mencari sumber sejarah yang tersedia di sekitar lingkungannya, baik itu berupa peristiwa sejarah lokal, tempat-tempat bersejarah, bangunan bersejarah, tokoh daerah/pelaku dan saksi sejarah/veteran pejuang kemerdekaan. Sumber sejarah yang telah mereka dapatkan kemudian dikemas dalam bentuk audiovisual.

Generasi muda sebagai bagian dari bangsa perlu mengetahui sejarah bangsanya. Oleh karena itu dengan merekam dan membuat karya sendiri, generasi muda diharapkan akan lebih mengenal sejarah dan budayanya, sehingga muncul rasa cinta dan bangga terhadap tanah air, yang pada akhirnya menumbuhkan tanggung jawab untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kegiatan ini sejalan dengan kurikulum sekolah yang bermuatan lokal dimana hasilnya dapat digunakan sebagai alternatif sumber belajar yang menarik.

Berdasarkan hasil keputusan dewan juri pada seleksi proposal (sinopsis) calon peserta Lomba Kreasi Audivisual Sejarah (LKAS) 2017 yang terdiri atas:
1. M. Abduh Azis,S.S (Direktur Pusat Produksi Film Negara)
2. Dr. Bondan Kanumoyoso, M. Hum (Sejarawan Universitas Indonesia)
3. Jabatin Bangun, M. Si (Antropolog/Pakar Video Dokumenter/IKJ)
4. Sainih, S. E (Kepala Subdit Program, Evaluasi dan Dokumentasi Dit. Sejarah)
5. Agus Hermanto, M.Hum (Staf Program dan Evaluasi, Dit. Sejarah )

Dewan juri telah melakukan penilaian dan seleksi terhadap naskah proposal (sinopsis) yang diterima oleh Panitia Lomba Kreasi Audiovisual Sejarah (LKAS) 2017 pada Senin, 17 April 2017, dengan memperhatikan aspek-aspek penilaian berupa substansi sejarah dan nilai budaya, kreativitas/kesegaran ide, dan potensi audiovisual, dan telah memutuskan tiga puluh (30) proposal yang lulus seleksi.

Alhamdulillah SMK Muhamamdiyah ikut dalam nominasi 30 besar.

Mohon doanya agar SMK Muhammadiyah bisa berhasil.

Tim yang dinyatakan lolos seleksi akan diundang mengikuti workshop perekaman dokumenter dibagi 2 wilayah, wilayah Indonesia bagian barat diadakan di Bogor, Jawa Barat sedangkan Indonesia bagian Tengah dan Timur diadakan di Makassar, Sulawesi Selatan. Materi workshop terdiri dari pengantar sejarah dan budaya pengantar pembuatan dokumenter audiovisual penyusunan sinopsis, teknik perekaman, dan editing. April 2017;

 

Be Sociable, Share!